Lebih dari sebulan disandera 10 Warga negara Indonesia (WNI)
telah dilepaskan oleh kelompok Abu Sayyaf . 10 sandra dibebaskan sekitar pukul
12.15 waktu setempat di Pantai Parang, Sulu, Mindano Selatan, Filipina.
Dari Zambonga, 10 sandera dipulangkan ke Indonesia dengan
menggunakan pesawat khusus tim kemanusiaan Surya Paloh di bawah pimpinan Victor
B Laiskodat. Proses pemulangan tersebut didampingi Kedutaan Besar Indonesia di
Filipina Minister Counselor Edi Mulya, untuk kemudian diserahkan kepada Kementerian
Luar Negeri di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
![]() |
| ILUSTRASI |
"ABK yang disandera kemudiian dititipkan di sebuah
lokasi di bawah pimpinan Al Habsy, namun penyanderaan tetap di bawah kendali
Tawing Umair. Tim kemanusiaan Surya paloh sejak awal sudah melakukan komunikasi
intensif dengan kelompok Tawing Umair di bawah koordinasi Pemerintah Republik
Indonesia," demikian siaran pers Yayasan Sukma yang diterima merdeka.com,
Minggu (1/5) malam.
Penculikan terhadap 10 WNI yang merupakan anak buah kapal
(ABK) tunda Brahma 12 dan tongkang Anand 12 dirompak dan diculik oleh kelompok
bersenjata Abu Sayyaf di perairan Tawi-tawi, Filipina Selatan, pada 27 Maret
lalu. Penculikan dilakukan di bawah pimpinan Tawing Umair.
Yayasan Sukma menyebutkan, proses pembebasan sudah berlangsung
sejak 3 April lalu, dimulai dengan melakukan pendekatan dan dialog dengan
tokoh-tokoh masyarakat setempat, LSM, maupun lembaga kemanusiaan di Sulu.
Mereka diyakini memiliki kedekatan langsung dengan kelompok Abu Sayyaf.
"Proses pembebasan sendiri berlangsung dinamis dan
lancar, karena Yayasan Sukma menggunakan pendekatan pendidikan yang jauh
sebelumnya sudah ada kerja sama pendidikan antara Yayasan Sukma dan pemerintah
otonomi Moro Selatan."
Setelah sandera diserahkan di Pantai Parang, sekitar 4 jam
kemudian para sandera dibawa ke rumah Gubernur Sulu untuk dilakukan verifikasi
dan beramahtamah. Setelah itu, mereka langsung diterbangkan dari Sulu menuju
Zambonga menggunakan dua helikopter jenis UH 1 H.
Di kota tersebut, mereka langsung menjalani tes kesehatan
dari tim keamanan. Mereka juga sempat menjalani proses briefing dan wawancara
mengenai pengalamannya selama berada dalam penyanderaan, termasuk mengenali
beberapa kelompok Abu Sayyaf.
"Meski kelelahan akibat perjalanan panjang mereka dalam
kondisi sehat dan baik untuk dapat kembali pulang ke Tanah Air. Pemerintah
Filipina kemudian menyerahkan secara resmi para sandera kepada pihak Kedubes
Indonesia di Malaysia dan perwakilan Partai NasDem Victor B Laiskodat." sumber"merdeka.com"

0 Komentar untuk "Lebih dari sebulan disandera 10 Warga negara Indonesia (WNI) telah dilepaskan!!"